Katanya Diam Tak Lagi Emas

Kata orang diam tak lagi emas pada era sekarang, menurut mereka orang yang selalu diam hanya akan terlindas oleh zaman. Peribahasa bahwa orang diam adalah emas menurut mereka sudah tak relevan lagi. Tapi, benarkah diam tak relevan lagi dizaman sekarang. Memang diam tak harus menjadi dasar bagi setiap kita untuk menjadi alasan, akan tetapi diam adalah emas sangat relevan lagi pada zaman serba fitnah seperti sekarang.

Lihat saja kita sekarang lagi dihadapkan dengan berbagai peristiwa adu domba melalui berbagai berita yang dapat memecah belah kebersamaan. Jargon lebih baik diam daripada bicara masih sangat perlu pada era sekarang. Banyak diantara kta adu mulut dan bahkan sampai tumpah darah hanya karena salah ucapan. Kita seolah lupa bahwa “mulutmu adalah harimaumu” kita sering sok kritik, sok tahu hingga kita bicara tidak pada tempatnya. Saling mencela, saling mengadu hingga saling menyalahkan. Peristiwa pertikaian sesama seharusnya tidak terjadi apabila diri pribadi kita mempunyai kesadaran bahwa kita ini hidup ditanah air yang sama, negara yang sama, cukup heran bila kita sampai adu domba sesama saudara hingga sampai menimbulkan korban. Egoisme kita yang selalu kita kedepankan jangan sampai melupakan kita asal dan daerah kita yang dikorbankan hanya karena nafsu kita.

Wahai Saudaraku, pernahkah kalian berfikir sejauh mana yang telah engkau perbuat untuk bangsa kita. Tidak harus melalui hal-hal yang wah untuk berbuat terhadap bangsamu. Hal-hal kecil yang selama ini kita sering lupakan saja masih terlewatkan. Cukup diam merupakan sekecil-kecilnya perbuatan yang sudah memebrikan sumbangan bagi bangsa kita. Banyak diantara kita, dengan sok koar-koar bak orang yang sangat mempunyai peran yang besar bagi bangsa ini. Posisi kita hanya sebagai warga negara, jangan sampai dengan sikap kita yang sok membuat kita lupa untuk apa kita hidup di bangsa ini.

Diam menjadi solusi yang tepat melihat kondisi kita saat ini. Derasnya arus informasi telah membuat kita lupa esensi dari diri kita ini siapa. Ditambah dengan berkembangnya sosial media yang belakangan ini telah menambah arti tersendiri bagi kehidupan kita. Sosial media sudah tidak bisa dilepaskan dari berbagai sendi keseharian kita. Ditinggal maka akan tertinggal, dipakai juga menambah permasalahan baru. Solusi tepat ialah memanfaatkan sosial media secara bijaksana.
Jangan sampai teknologi yang seharusnya membangun relasi malah merusaknya karena kita tidak menggunakannya secara baik dan benar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s